Ahmadfaris’s Blog

10/02/2009

Maintenance Alat Berat

Filed under: Maintenance — ahmadfaris @ 7:24 am

1. Fundamental Preventive Maintenance
Tahukah anda, apa penyebab utama dari cepatnya kerusakan suatu alat, khususnya
alat-alat besar saat ini? Berapa kali anda mendengar, ”Besok kita greasing”, atau ” Besok saja kita tambah oli/ganti oli”.Hari esok tiba, pekerjaan pun sudah menunggu, sehingga tidak ada waktu untuk greasing (memberi gemuk).

Kebiasaan yang buruk demikian akan berakibat mempercepat kerusakan atau
(breakdown) atau biaya operasi menjadi tinggi. Upaya kita dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terseut adalah dengan mengusahakan Preventive Maintenance, dimanakebiasaan tersebut merupakan tindakan yang baik untuk menjaga agar performance unit yang kita miliki lebih baik.

Dengan memahami fundamental preventive maintenance yang baik, anda dapat
melakukan perawatan dengan benar dan efisien. Kemudian anda pasti akan puas
mendapatkan sesuatu yang lebih dari alat-alat yang anda kelola.Dengan melaksanakan preventive maintenance yang baik, akan didapatkan tiga keuntungan sebagai berikut:
A. Mengurangi kerusakan.
B. Biaya operasi menjadi lebih hemat.
C. Keamanan alat-alat terjamin dengan baik.

A. Mengurangi Kerusakan.
Jika kerja suatu alat lebih berat, preventive maintenance-nya pun perlu ditingkatkan.

B. Hemat Biaya Operasi.
Sedikit rupiah untuk untuk membiayai preventive maintenance berarti membayar
sejumlah besar kesempatan. Sebagai contoh melakukan ”Tune-Up” (penyetelan) suatu
engine sangat memungkinkan menghemat 15% konsumsi bahan bakar dan menaikkan
power lebih dari 10% dari sebelumnya.

C. Keamanan Alat Terjamin untuk Dioperasikan.
Jika unjuk kerja suatu mesin kurang baik, anda akan cenderung menambah waktu
operasi karena kemampuan alat yang berkurang. Anda akan cenderung untuk terus bekerja atau tidak rela membuang-buang waktu hanya untuk mengejar target produksi, sehingga perlakuan anda terhadap alat menjadi tidak terkontrol. Jagalah alat anda seaman mungkin, pasti akan menghasilkan kondisi yang sempurna.

A. Filosopi Maintenance
Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan–tindakan
reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru, tetapi dengan biaya perawatan yang serendah–rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun adalah usaha–usaha teknis, sedang menekan biaya perewatan sampai serendah mungkin menyangkut soal–soal management. Sebagai alat, alat–alat besar harus diperlakuakln sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin. Hal–hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin.

Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menajdi penyebab terjadinya kerusakan.

Penyebab kerusakan alat

Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance menduduki porsi tertinggi yaitu :
41%: Kelainan dalam Periodic Maintenance.
31%: Kelainan daam Daily Inspection.
Dengan demikian kesalahan dalam maintenance memiliki porsi 72 %.

B. Definisi Maintenance
Dengan demikian perawatan / maintenace dapat diartikan secara definitive adalah:
Suatu kegiatan service untuk mecegah timbulnya keausan tidak normal (kerusakaan)
sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa :
a. Pengontrolan
b. Penggantian
c. Penyetelan
d. Perbaikan
e. Pengetesan
Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak mekanik yang
beranggapan bahwa maintennce / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter, membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari – hari. Kadang – kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas maintenace. Dengan demikian, mainetanace diadakan bertujuan untuk :
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya
guna physic yang tinggi ).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling
baik ( Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menajdi lebih hemat ( Reduce repair cost )
Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa.
Berikut adalah managemen organisasi yang dilakukan :
MAINTENANCE CHART

Maintenance diagram

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: